Pemira PKS 2015 Tradisi “Uswatun Hasanah” Bagi Partai Lain

Pemira-PKS-2015
PKSMEDAN.com - Pada hari Ahad, 8 Jumadil Akhir 1436 H / 29 Maret 2015, PKS menyelenggarakan hajat besar berupa pemilu raya untuk memilih anggota Majelis Syura masa khidmat 1436 – 1441 H / 2015 – 2020 M. Pemira diikuti oleh kader PKS dengan jenjang keanggotaan anggota madya, anggota dewasa dan anggota ahli.

Jumlah anggota Majelis Syura PKS ada 99 orang yang terdiri dari anggota tetap, anggota inti yang dipilih melalui pemira dan anggota yang dipilih oleh Majelis Syura dalam sidang Majelis Syura. Ditangan merekalah, segala kebijakan tentang PKS dirumuskan dan diputuskan. Apa pelajaran yang bisa kita dapatkan dari prosesi Pemira PKS ?

Pertama, Partai Demokratis
PKS adalah partai kader, bukan partainya pendiri, pengusaha ataupun kutu loncat. Dalam banyak hal, PKS melakukan serap aspirasi dari kader – kadernya, mulai dari proses pemilihan calon anggota legislatif, calon kepala daerah, calon ketua DPD/DPW sampai dengan calon anggota majelis syura.

Partai politik adalah salah satu pilar demokrasi. Karenanya, partai politik harus dikelola dengan cara yang demokratis pula. Bukan dengan sistem keluarga, politik uang, kampanye negatif dll. Hal ini dirasa semakin penting, karena pilar penyangga demokrasi yang keempat (pers) sudah goyah dan rusak.

Kedua, Lembaga Syura
 
Lembaga syura adalah warisan yang sangat berharga dari Amirul Mukminin Umar bin Khathab ra. Meski Umar bin Khathab naik menjadi khalifah dengan mekanisme penunjukan langsung, namun beliau membuat tradisi baru untuk penggantinya, dengan membuat lembaga syura.

Kriteria yang digunakan oleh Umar bin Khathab untuk menetapkan 6 anggota majelis syura adalah tingkat ketaqwaan dan kapasitas para shahabat. Dalam tahap tertentu, PKS mencoba mengadopsi konsep tersebut. Diantaranya : (1) hanya anggota ahli yang berhak menjadi calon anggota majelis syura; (2) membuat grade suara yang berbeda antara anggota madya, anggota dewasa dan anggota ahli.

Ketiga, Manajemen Suksesi
 
Dibanyak tempat, mekanisme suksesi kepemimpinan partai adalah masa kritis. Terlebih pada masa sekarang ini, banyak partai yang terpecah pasca dilakukan konggres, muktamar maupun munas. Tarik menarik antara kutub oposan dan kutub koalisi pemerintah turut mempengaruhi dinamika internal partai – partai di Indonesia.

Selama 17 tahun berkiprah di dunia politik tanah air, suksesi kepemimpinan di PKS adem ayem. Pers hampir tidak punya alat untuk memecah belah internal PKS. Aparatur intelijen hampir tidak memiliki senjata untuk menginfiltrasi. Mekanisme suksesi kepemimpinan PKS sepenuhnya telah dikunci rapat menjadi otoritas kader secara mutlak.

Khatimah
 
Semoga tradisi ini bisa menjadi “uswatun hasanah” bagi partai lain. Kita sungguh mendambakan kehidupan politik yang diikuti oleh partai yang mapan, dewasa dan mandiri.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemira PKS 2015 Tradisi “Uswatun Hasanah” Bagi Partai Lain"

Post a Comment