Baca ! Taujih Ketua Umum PKS Kota Medan pada Muscab DPC ke-4

Baca ! Taujih Ketua Umum PKS Kota Medan pada Muscab DPC ke-4
PKSMEDAN.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan tingkat Kecamatan serentak melakukan regenerasi kepengurusan yang terangkai dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Se-Kota Medan, Minggu (8/11).

Dalam Muscab tersebut, utusan perwakilan unsur DPD PKS Kota Medan membacakan arahan atau taujih Muscab dari Ketua Umum PKS Kota Medan Salman Alfarisi. Adapun isi taujih Muscab tersebut adalah sebagai berikut :  

Assalamu alaikum warahmatullahi wa barokatuh

Ikhwah wal Akhawat fillah rohimakumullah

Alhamdulillah… segala puji bagi Allah SWT seru sekalian alam. Begitu banyak nikmat yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Nikmat yang paling besar dalam hidup kita adalah al-i’tishom bi hablillah berpegang teguh kepada tali Allah SWT.  Sangat besar rasanya nikmat berpegang teguh kepada tali Allah SWT ini, sehingga seharusnya kita merasa tidak butuh lagi kepada tali yang menghubungkan kita dengan kehidupan ini selain tali Allah SWT. Dengan berpegang teguh kepada tali Allah tersebut saya menyampaikan kepada antum bahwa “inni uhibbukum fillah” saya mencintai antum semua karena Allah SWT. Peralihan pengurus struktur dari pusat sampai daerah, alhamdulullah juga berjalan dalam nuansa saling mencintai karena Allah SWT. Insya Allah ke depan struktur pusat maupun daerah akan meningkatkan nuansa saling mencintai karena Allah SWT dalam program-programnya. Semoga tautan hati yang saling mencintai karena Allah SWT ini menghasilkan kekuatan besar yang mengguncang dan menaklukkan timur dan barat sebagaimana Rasulullah saw dan para sahabat. Amin ya Rabb al alamin.

Ikhwah wal akhwat rohimakumullah

Saya ingin menganalogikan bangunan dakwah ini dengan Ka’bah al musyarrofah. Ka’bah bentuknya tidak mewah, bahan bangunannya juga tidak mahal, berada di Mekkah yang gersang dan tidak pula ada tumbuh-tumbuhan, dia hanya sebuah bangunan yang diam dan tidak bergerak. Betapa banyak istana yang lebih mewah dari pada Ka’bah. Betapa banyak bangunan yang bahannya lebih mahal dari pada Ka’bah. Betapa banyak  infrastruktur yang letaknya di sebuah tempat yang dihiasi oleh kehindahan dan taman bahkan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Akan tetapi, Ka’bah adalah sebuah rumah yang paling dimuliakan oleh Allah SWT dan paling ramai dikunjungi sepanjang sejarah hidup manusia. Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang frekuensi kemuliaan dan keramaiannya melebihi Ka’bah di dunia ini.

Kenapa, wahai ikhwah fillah…? Karena Allah… hanya karena Allah yang menginginkan Ka’bah yang bentuknya sederhana itu menjadi mulia di hati manusia. Meskipun Ka’bah adalah bangunan yang tidak termewah, tidak termahal, tidak terindah secara fisik, namun Allah SWT telah menghembuskan ke dalam hati manusia rasa cinta yang luar biasa kepada Ka’bah. Pasukan Abrahah tentara bergajah telah dihancurkan lantaran ingin mencabut rasa cinta Kabah dari hati masyarakat jazirah Arab.

Ikhwati fillah, ternyata yang membuat dakwah kita ini mulia dan dicintai orang banyak adalah keberkahan dan pertolongan Allah SWT. Kemewahan, biaya mahal dan hiasan glamor bukanlah apa-apa tanpa keberkahan dan pertolongan Allah SWT. Jika Allah SWT menginginkan kita mulia, maka kita akan mulia. Jika Allah menginginkan kita kokoh dan kuat, maka kita akan kokoh dan kuat. Jika Allah menginginkan kita dihampiri ribuan bahkan jutaan manusia maka Allah akan meniupkan di dalam hati masyarakat rasa cinta kepada kita sehingga mereka berduyun-duyun ingin berada bersama kita dalam barisan dakwah. Mari lah kita  bekerja-sama agar keberkahan dan pertolongan Allah senantiasa menyertai gerak-langkah kita. Amiin ya Rabb al alamin.

Ikhwati fillah…! Lihat lah… keberkahan dan pertolongan Allah SWT tidak pernah lepas dari Ka’bah. Ka’bah sebuah rumah yang tidak bergerak. Ka’bah yang tidak bergerak itu tetap mulia dan berkah meskipun dikelilingi berhala di era jahiliyah. Sedangkan kita di dalam dakwah ini adalah para hamba Allah yang bergerak dan tidak mungkin terhindar dari salah. Para nabi dan rasul berdakwah dan pernah salah kemudian ditegur oleh Allah SWT. Nabi Adam as dengan buah khuldi. Nabi yunus as dengan ikan paus. Nabi Musa dengan kesilapan membunuh. Nabi Muhammad saw juga sering ditegur dalam berbagai kesilapan.

Para sahabat juga pernah salah dan terpedaya oleh godaan syetan bahkan dalam jihad. Allah SWT tegur mereka terhadap apa yang mereka lakukan pada perang uhud. Mereka juga ditegur ketika dalam perang Hunain. Ka’ab bin Malik ra dengan kelalaiannya. Teguran-teguran atas kesilapan itu menghampiri mereka dengan cara yang tidak disangka-sangka, kemudian mereka kembali kepada Allah dan diampuni kemudian Allah SWT menaikkan derajat orang-orang yang beriman di antara mereka.

Kita juga dalam dakwah ini tidak mungkin terhindar dari salah dan khilaf. Baik secara jama’i maupun personal. Ibarat laut, ketika dakwah berada di tengah maka semakin besar ombak yang menghantam dan semakin gamang pula kader berhadapan dengan ombak besar tersebut. Sebagian mereka mampu menjaga keseimbangan, sebagian lain terjatuh dan harus kita selamatkan.

Kita yakin kesalahan dalam ruang lingkup dakwah adalah berbeda dengan kesalahan yang dilakukan di luar ruang lingkup dakwah. Kesalahan dan khilaf dalam dakwah berakhir berkah jika mengikuti manhaj Rasulullah saw dan para sahabat. Ada pun kesalahan yang berada di luar ruang-lingkup dakwah, apa lagi kesalahan yang tujuannya menghancurkan dakwah akan berakhir dengan kemurkaan dan azab dari Allah SWT.  

Atas segala salah dan khilaf tersebut kita ikhlas atas teguran apa pun yang Allah berikan kepada kita. Selama kita mengikuti manhaj para nabi dan rasul serta salafussholih dalam menerima teguran-teguran tersebut, kita harus kembali kepadaNya hingga kita layak untuk diampuni dan ditinggikan derajat kita di sisi Allah SWT. Amin ya Rabb al alamin.

Ikhwati fillah...! Kita semua sekarang ini sedang berada dalam partai dakwah. Otomatis pula keberadaan kita adalah dalam rangka menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan membuktikan keimanan kita kepada Allah SWT. Oleh karena itu pula kita yakin bahwa petunjuk hanya diberikan Allah kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Tugas kita hanya berusaha dan terus berdakwah serta mengajak semua orang untuk berada dalam barisan dakwah ini.

Jangan kan orang-orang di luar kader, kita pun masing-masing tetap kokoh berada di dalam barisan dakwah ini karena hidayah Allah SWT. Kita harus tetap kokoh berada di dalam kafilah dakwah ini seberapa pun besarnya ombak lautan medan dakwah ini. Memang ada beberapa kader yang bahkan qiyadah yang tidak sanggup menjaga keseimbangan di tengah ombak besar tersebut dan akhirnya terjatuh. Kita berada di barisan dakwah ini bukan lantaran si fulan ataupun si fulan. Tetapi kita berada di sini karena Allah SWT. Ingatlah apa yang dikatakan Abu Bakar ra ketika Rasulullah saw wafat:
“Barang siapa yang menyembah Muhammad sesungguhnya Muhammad telah tiada. Barang siapa yang menyembah Allah, sesungguh Dia tetap hidup dan tidak akan mati”

Terhadap kader dan qiyadah yang tidak sanggup menjaga keseimbangan di tengah ombak yang besar, adakah dengan menghujat mereka dakwah akan bertambah besar? Berlaku lah apa yang disabdakan Rasulullah saw :
“bantulah saudaramu ketika sedang berbuat zalim atau ketika sedang dizalimi” sahabat bertanya: “kami tahu membantu saudara kami ketika sedang dizalimi, tapi bagaimana pula cara memabantu saudara kami yang sedang berbuat zalim?” Rasulullah saw menjawab: “selamatkan dia dari perbuatannya itu”.

Ikhwati fillah...! saya mengibaratkan struktur partai dakwah ini adalah “saahatul qitaal” medan tempur para kader. Rasulullah saw mewajibkan seluruh sahabat untuk terjun ke dalam medan pertempuran kecuali orang-orang yang diizinkan untuk tidak bertempur. Oleh karena itu, seluruh kader harus bekerja di dalam struktur partai dakwah atau saahatul qitaal ini, kecuali para kader yang memang telah mendapatkan izin dari para qiyadah untuk mengisi pos-pos kerja dakwah di sektor tertentu. Semua bergerak di dalam struktur baik sebagai panglima tempur sampai petugas hirosah yang menahan kantuknya di tengah malam.

Ikhwati fillah…! meninggalkan saahatul qitaal kerja-kerja struktur partai atas inisiatif pribadi… sekali lagi atas inisiatif pribadi… bahkan dengan dalih mengisi pos-pos kerja dakwah di sektor lain, berarti telah meninggalkan medan tempur dan menodai ketaatan yang merupakan syarat utama kekuatan dakwah.

Ikhwah wal akhwat rohimakimullah...!
Sebentar lagi kita akan memasuki pertempuran memenangkan pilkada kota Medan. Meskipun tidak mengusung kader, para qiyadah telah menetapkan keputusan memenangkan pasangan Eldin-Akhyar. Tentunya keputusan ini berdasarkan syuro yang dilakukan berkali-kali dari tingkat pusat sampai daerah dengan mempertimbangkan mashlahat dan mudhorot bagi dakwah. Tidak merugi siapa pun yang melakukan ikhtiyar dan tidak sia-sia siapa pun yang menetapkan keputusan apapun dengan syuro.

Ikhwati fillah…! Selamat menjalankan amanat Muscab DPC PKS se Kota Medan. Semoga ketetapan yang diputuskan benar-benar membuktikan kepada Allah SWT, bahwa kita berhak meraih keberkahan dan pertolongan serta ampunan Allah SWT.

Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata seindah apapun kepada pengurus demisioner. Kita yakin setiap lengkingan teriak, tetes keringat dan darah perjuangan, tidak akan sirna di telan zaman dan semangat juang inilah yang paling kita banggakan untuk diwariskan kepada anak cucu kita.

“Jika kalian menolong (agama) Allah, (Allah) pasti menolong kalian, dan meneguhkan langkah kalian”

Selamat bekerja… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar….!

Was salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuhu
  
H. Salman Alfarisi, Lc. MA

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Baca ! Taujih Ketua Umum PKS Kota Medan pada Muscab DPC ke-4"

Post a Comment