Empat Tanda Khusus (سيمات) Pada Setiap Mukmin Raih Kemenangan

Empat Tanda Khusus (سيمات) Pada Setiap Mukmin Raih Kemenangan
PKSMEDAN.com - Simat (سيمات) yg dimaksudkan adalah perkataan, perbuatan dan lain-lain yg sudah menjadi tanda khusus serta melekat pada diri setiap kader.

Allah SWT berfirman :

سيماهم في وجوههم من أثر السجود

Tanda2 khusus di wajah mereka berupa bekas sujud

Para sahabat Rasulullah saw terpancar tanda-tanda khusus dari setiap kata, sikap dan perbuatan mereka. Pancaran tanda2 tersebut membuat musuh takut dan segan meski pun hanya sekadar mendengar nama mereka. Cahaya keteguhan dan ketegaran para sahabat tersebut yg membuat musuh juga merasa bahwa para sahabat tersebut layak menang meski minim jumlah maupun kelengkapan perang.

Apakah diantara tanda-tanda tersebut?

Pertama : Keimanan

Allah SWT berfirman:

الذين قال لهم الناس إن الناس قد جمعوا لكم فاخشوهم فزادهم إيمانا وقالوا حسبنا الله ونعم الوكيل

Iaitu orang2 yg manusia mengatakan kepada mereka bahwa orang2 semua telah berhimpun membinasakan kalian, takut lah kalian, justru perkataan itu semakin menambah iman mereka. Dan mereka berucap : cukuplah bagi kami Allah dan Dia senikmat-nikmat wakil kami"

Keimanan telah menjadikan semua keadaan yang mereka rasakan dalam perjuangan adalah nikmat. Kesakitan bahkan hilangnya nyawa, mereka rasakan sebagai nikmat dari Allah SWT. Suara-suara keimanan tersebut telah mereka lantunkan ketika disiksa oleh pembesar Quraisy diataranya dengan perkataan "Ahad" ketika menerima siksaan dari pembesar Quraisy.

Suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Bilal tentang alasan mengatakan 'Ahad' tersebut?

Bilal menjawab : "Aku melihat tidak satupun perkataan yg membuat mereka (Quraisy) itu gusar, selain perkataan 'Ahad'"

Cahaya keimanan telah mengganti setiap rasa sakit dan keletihan menjadi nikmat dan energi. Keimanan itu pula yang telah memperkuat teriakan takbir dan ayunan pedang serta lemparan terhadap musuh.

Keimanan itu yg menjadikan sedikit seperti banyak dan menjadikan setiap kekurangan menjadi sempurna di hadapan musuh mereka. Karena yang terpancar dalam setiap gerak-gerik mereka hanya kebesaran Allah SWT semata.

Kedua : Ukhuwwah

Rahasia kemenangan yang dianugerahkan Allah kepada Rasulullah saw dan sahabat adalah ukhuwwah. Program ukhuwwah antara muhajirin dan anshor merupakan program unggulan setelah membangun mesjid pasca hijrah.

Ukhuwwah tersebut telah meruntuhkan segala bentuk penghalang tautan hati, hingga mengesampingkan kepentingan pribadi.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Ukhuwwah harus menjadi simat penting bagi setiap kader. Sudah barang tentu daya gerak yang berorentasi ukhuwwah jauh lebih besar dibanding daya gerak yang berorentasi pribadi apapun posisi kita. Semakin tebal simat ukhuwwah ini kita rasakan semakin dekat kemenangan menghampiri kita.

Sebaliknya pula, semakin tipis simat ukhuwwah semakin jauh jarak antara dakwah dan kemenangan itu sendiri.

Ukhuwwah telah menciptakan soliditas kebersamaan (jamaah). Sehingga, dengan simat ini setiap kader menjadi jundullah (tentara Allah) untuk saling mencintai karena Allah. Bukan jundu syakhshin (prajurit seseorang) untuk saling menanamkan kebencian kepada sesama saudaranya.

Ketiga : Kekuatan

Kader yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT dibandingkan kader yang lemah, meski semua adalah baik di sisi Allah SWT. Simat kekuatan ini digambarkan dalam sabda Rasulullah saw :

المؤمن القوي خيرٌ وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف، وفي كلٍ خير، احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيءٌ فلا تقل: لو أني فعلت كذا وكذا وكذا ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن (لو) تفتح عمل الشيطان

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.

Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan".

Kekuatan yang dimaksud adalah daya tekan terhadap penghalang dan penentang dakwah. Daya tekan, baik yang berasal dari tenaga, perkataan, senjata, harta maupun pengaruh dan kekuasaan. Makna ini diterjemahkan dari firman Allah SWT:


وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu"

Rasulullah saw memahamkan sebagaimana diriwayatkan dalam kitab-ktab tafsir, bahwa yang dimaksud dengan kekuatan adalah daya lempar (الرمي).

Daya lempar yang dimaksud menjadikan seluruh unsur-unsur kekuatan berupa tenaga, harta, perkataan, pengaruh dan kekuasaan menjadi senjata yang menekan. Unsur-unsur tersebut harus menjadi simat pada diri setiap kader.

Setiap kader harus berupaya sekuat tenaga agar mewujudkan simat kekuatan ini dalam dirinya. Bahkan berupaya sekuat tenaga untuk juga mewujudkan simat kekuatan tersebut dalam diri sesama kader terlemah sekalipun.

Sebagaimana ibnu Mas'ud ra sahabat berpostur kecil menjadi kuat serta mampu menaklukkan dan menawan seorang musuh perang berpostur besar Ibnu Abbas (sebelum Islam) pada perang Badar.

Hadits di atas membimbing kita untuk mendapatkan tahapan-tahapan mencapai simat kekuatan :

1. Bersungguh-sungguh untuk meraih setiap yang bermanfaat.

2. Memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT.

3. Tidak pernah merasa lemah oleh sebab apapun.

4. Tidak pernah menjadikan musibah sebagai alasan untuk tidak berbuat.

5. Tidak pernah menyalahkan masa lalu.

Keempat : Keberanian

Tiga simat di atas adalah modal yang sangat penting untuk meraih simat keberanian. Keimanan, ukhuwwah dan kekuatan adalah pendorong terbentuknya simat keberanian pada setiap kader.

Allah SWT berfirman:

وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

"Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

Ayat ini mengisyaratkan bahwa kader tidak boleh takut menghadapi musuh. Simat keberanian ini harus senantiasa bercahaya bersamaan dengan cahaya keimanan, ukhuwwah dan kekuatan dalam rangka melemahkan kekuatan dan keberanian musuh.

Setiap kader harus bahu membahu agar simat keberanian fardiy (individu) mampu mendorong terwujudnya keberanian jama'i. Sebesar apapun beratnya konspirasi musuh, dengan simat ini dakwah siap menghadapinya.

Diantara sikap pengecut yang ada pada kader dakwah adalah ketika keberanian yang semestinya diarahkan untuk mematahkan kekuatan musuh, justru dipergunakan untuk mematahkan kekuatan dakwah itu sendiri. Memperbaiki dakwah seharusnya dengan simat ukhuwwah bukan dengan simat keberanian. Demikian lah Rasulullah saw dan para sahabat mengajarkan kita.
Wa Allahu A'lam.

Taujih Subuh:*
Kemah Bakti DPD PKS Kota Medan
Oleh : H. Salman Alfarisi, Lc. MA
Di Tahura Berastagi Sabtu, 13 Agustus 2016 pukul 05.40 wib.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Empat Tanda Khusus (سيمات) Pada Setiap Mukmin Raih Kemenangan"

Posting Komentar