Aboe : Krisis Listrik di Kalimantan Selatan Persoalan Serius

Aboe : Krisis Listrik di Kalimantan Selatan Persoalan Serius
PKSMEDAN.com - Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (dapil) Kalimantan Selatan (Kalsel) Aboe Bakar Alhabsyi menilai persoalan krisis listrik di dapilnya tersebut adalah persoalan serius yang tidak pernah menemukan solusi.

“Dari dulu disampaikan Kalsel akan bebas byar pet, kita akan surplus tenaga dengan dibangunnya pembangkit baru, namun pada kenyataannya tetap saja masyarakat mendapatkan hadiah pemadaman bergilir,” jelas Aboe saat menghadiri undangan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama dengan seluruh Anggota DPR dan DPD RI yang berasal dari Kalsel, Senin (4/4).

Aboe menyampaikan hal tersebut dalam rangka menanggapi pemaparan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) tentang penyebab sering putusnya listrik di wilayah Kalimantan Selatan.

“Masyarakat tidak mau tahu persoalan teknis berupa angka suplai maupun perawatan mesin. Buat mereka yang penting listrik menyala dengan stabil. Oleh karenanya, kita minta langkah kongkrit dari PLN yang akan dieksekusi setelah pertemuan ini,” tegas Aboe.

Oleh karena itu, dari pertemuan ini, Aboe menyampaikan tiga permintaan penting yang harus ditindaklanjuti oleh PLN Wilayah Kalimantan Selatan.

“Pertama, saya kasih waktu PLN selama satu bulan untuk mengambil langkah konkrit. Setelah itu, saya minta forum ini dipertemukan kembali untuk meminta laporan evaluasi atas langkah tersebut,” jelas Aboe.

Kedua, Aboe meminta PLN untuk segera mengambil langkah hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk pembebasan lahan, seperti yang terjadi di Kota Buntok.
“Sehingga dengan langkah ini, pengadaan tanah untuk tapak tiang listrik tidak lagi akan mengalami kendala,” jelas Aboe.

Ketiga, Aboe meminta PLN untuk tidak mempersulit swasta yang berinvestasi mendirikan pembangkit listrik, misalnya pembuatan micro hydro. “Karena ini akan membantu PLN dalam memenuhi kebutuhan pasokan daya,” tambah Aboe.

Menanggapi  permintaan Aboe tersebut, PLN berjanji akan segera mengambil beberapa langkah strategis. Misalnya, PLN membeli daya dari pihak swasta yang memiliki kelebihan pasokan, menempuh jalur pengadilan untuk penetapan harga lahan dengan bekerjasama dengan pihak kejaksaan, juga akan mempermudah izin pembangunan micro hydro untuk wilayah Kalsel yang di bawah 10 MW.[syf]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aboe : Krisis Listrik di Kalimantan Selatan Persoalan Serius"

Post a Comment