Reses Jumadi, Pemko Medan Diminta Evaluasi Program Magrib Mengaji

Reses Jumadi, Pemko Medan Diminta Evaluasi Program Magrib Mengaji
PKSMEDAN.com - Warga di daerah Pemilihan IV yang meliputi kecamatan Medan Tembung, Medan Timur dan Medan Perjuangan meminta Pemerintah Kota Medan mengevaluasi program wajib mengaji khusunya honor bagi guru mengaji.

Honor guru mengaji yang nilainya Rp500 ribu/bulan ini dinilai kurang memadai bagi beberapa tempat yang memiliki santri dan guru yang banyak. Kurangnya honor guru mengaji ini kerap menjadi persoalan yang tidak bisa dipecahkan.

"Ini harapan kami, dibeberapa mesjid terpaksa harus membagi dari jatah honor Rp 500 ribu/bulan untuk guru mengaji di bagi lima, karena guru ngajinya ada lima," jelas tokoh masyarakat Medan Timur, Zakaria Batubara dalam Reses III Tahun 2015 anggota DPRD Medan, H.Jumadi S.Pd.I yang dilaksanakan di Gedung Putra Solo jalan, Madiosantoso Medan, Minggu (6/12/2015) siang.

Diutarakannya, sejak bergulirnya program magrib mengaji antusiasme warga memang cukup tinggi. Namun, membludaknya santri mengaji ini juga menjadi permasalahan tersendiri. "Banyak santri, otomatis guru mengaji juga harus banyak ditambah sementara anggaran terbatas," jelasnya.

Program magrib mengaji juga terkadang menjadi dilema, terutama soal waktu yang terbatas sehabis magrib. "Waktu sehabis magrib kan sangat singkat dimana sebentar lagi masuk waktu isya. Solusinya ketika santri banyak ya gurunya ditambah," jelasnya.

Pria yang mulai sepuh ini mengharapkan, aspirasi warga yang disampaikan melalui reses ini bisa disampaikan kepada Pemko Medan sehingga pemerintah bisa mencarikan solusi dengan baik di masyarakat.

"Kita mengharapkan solusi yang baik, masyarakat sangat berharap Pemko Medan dan DPRD bisa mencari solusi terbaik," jelasnya.

Menanggapi aspirasi warga ini, H.Jumadi S.Pd.I mengatakan pihaknya akan membawa permasalahan ini dalam rapat paripurna reses untuk disampaikan ke Pemko Medan.

"Akan kita sampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini sehingga nantinya bisa ditemukan formula terbaik dalam memecahkan masalah ini," jelas Jumadi.

Politisi kondang asal Dapil IV ini juga mengharapkan program Magrib mengaji bisa terus ditingkatkan. "Ini adalah program yang sangat baik, kita sangat berharap program ini terus ditingkatkan," jelasnya.

Soal honor guru mengaji, Jumadi juga mengakui kalau melihat nominal sangatlah kurang memadai. "Kita melihat juga sangat kurang soal honor ini. Atas usulan warga ini akan coba kita sampaikan agar honor guru mengaji bisa ditingkatkan setidaknya Rp1 juta," jelasnya.

Dalam pelaksanaan reses itu juga, warga menyampaikan sejumlah keluhan diantaranya soal pungli pengurusan surat administrasi kependudukan, pengurusan BPJS dan masalah drainase dan infrastruktur. [Syf]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Reses Jumadi, Pemko Medan Diminta Evaluasi Program Magrib Mengaji"

Post a Comment